Situs Judi Online

Cerita Terbaru

Perjakaku Hilang di Ambil Oleh tante Alika

Perjakaku Hilang di Ambil Oleh Tante Alika




Sobattiki69 - ini berawal dari pertemuanku dengan seorang wanita cantik bernama Alika di sebuah mall di Ibukota. Namaku Alvin, kegiatan sehari-hariku adalah sebagai seorang mahasiswa, kebetulan hari itu aku sedang tidak ada jabwal kuliah sehingga aku memutuskan untuk bersantai sambil minum kopi. 


karena masih terlalu siang mall yang kunjungi masih sepi hanya terlihat beberapa orang saja yang berlalu lalang, Karena tujuanku adalah minum kopi di cafe tempat biasa aku dan teman teman ku nongkrong,aku pun langsung saja menuju ke tempat tujuanku.

saat sedang ayik berjalan sambil melihat-lihat barang displat, tiba-tiba nampak seorang perempuan  yang sangat luat biasa menurutku taksiraku berusia sekitar 30tahunan, aku pun terpukau melihat benttuk badan yg sangat luar biasa, dengan penampilan modisnya yang dipadukan dengan kecantikan wajahnya sungguh menarik perhatian siapa pun yang melihatnya 

aku sempat heranm wanita itu nampak seperti akan menghampiriku, dari pada nanti dikira terlalu over PD maka aku pun langsung stay cool saja, Ternyata perkiraanku tiak salah lagi, wanita cantik itu memang berjalan ke arahu, tercium aroma parfum yang ia kenakan sungguh harum dan membuatku gagal fokus untuk sejenak.

Dan wanita itu bertanya dnegan suaranya yg halus, Mas pull and bear dimana ya ?

Walaupu sempat kager disapa saat sedang asyik menikmati perfumnya, aku berusaha tenang dan tidak memperlihatkan ekspresi kagetku,

Aku jawab dengan tenang "ada di lalantai 3,Tante " karena toko yang ditanya merupajan toko favoritku setiap berbelanja baju, maka aku tahu sekali letaknya, kebetulan saat itu posisi kami berada di lantai 1

“Bisa minta tolong anterin ga, Mas..? Kebetulan aku lagi buru-buru, daripada nyari-nyari lagi..”

“Hmmm.. Oke, Tan. Saya tunjukkan jalannya.”

Setelah pembicaraan itu kami pun langsung beranjak dan menuju toko yang dimaksud. Dalam perjalanan itulah kami berbincang panjang lebar, sehingga kami pun saling kenal. Namanya Alika, dan domisili aslinya dari Surabaya pantas saja ia tidak mengetahui letak toko itu.

Begitu tiba di sana, aku pun berniat untuk pergi dan melanjutkan tujuanku. Namun aku ditahan dan dimintanya untuk menemani berbelanja, kebetulan memang ia ingin membeli pakaian untuk laki-laki, jadi dia meminta pendapatku.

Sekitar 20 menit kami di dalam toko itu dari memilih pakaian hingga membayar di kasir. Setelah itu ia mengajakku untuk menemaninya makan siang, aku pun menurut saja karena tidak enak juga meninggalkan wanita cantik sendirian karena ia tidak terlalu familiar dengan mall ini.

Daripada bingung lagi mencari tempat makan, aku merekomendasikannya untuk makan di cafe favoritku. Kebetulan selain makanan yang ditawarkan itu enak, harga yang bersahabat, tempatnya pun nyaman dan menyenangkan untuk berlama-lama di sana.

Di cafe itu lah aku mengenalnya lebih jauh lagi, dulunya dia merupakan seorang model majalah dan memutuskan untuk berhenti dari dunia tersebut setelah menikah dengan seorang pengusaha.

Saat ini suaminya sedang berkantor di luar negeri, sudah 1 bulan lamanya, yang anehnya ia juga menceritakan masalah penyakit disfungsi seksual yang dialami oleh suaminya, dalam hatiku sempat heran. Kenapa wanita ini begitu terbuka dengan orang yang baru dikenalnya. Namun obrolan kami terus saja mengalir.

Setelah selesai makan dan berbincang di cafe, Alika mengajakku untuk main ke rumahnya. Aku pun menurut saja, karena toh aku pun tidak ada kesibukan apa pun hari ini. Mobil yang dikendarai adalah sebuah mobil sport mewah yang hanya menyediakan 1 kursi penumpang saja, alias 2 pintu.

Karena hari itu aku sedang malas, kebetulan aku ke mall tadi memakai taksi online jadi aku ikut naik mobil Alika saat menuju rumahnya.



Rumahnya ternyata sangat megah, bergaya minimalis. Sangat mewah menurutku jika dilihat dari luar. Tak lama kami berhenti di depan pagar, datang seorang satpam membukakan pagar itu untuk kami. Sebelum sampai di rumahnya, tadi Alika sudah berpesan kepadaku jika ada yang bertanya, aku disuruh mengaku sebagai saudara suaminya.

Setelah memperkenalkan diriku kepada pembantunya, ia meminta pembantunya itu untuk memasak akan malam untuk kami.

“Silahkan Alvin duduk dulu, sebentar ya aku ganti baju.” katanya sembari meninggalkanku.

“Tan, kamar kecilnya dimana ya?” tanyaku sebelum Alika pergi.

“Sini, tante tunjukin.” katanya sambil menggandeng tanganku.

“Itu kamar mandinya,” Ia berkata sambil menunjuk ke arah kamar mandi yang dimaksud.

Aku pun langsung menuju ke arah yang dimaksud, ketika hendak menutup pintu tiba-tiba Alika  menahan dari arah luar dan menggodaku.

“Jangan lama-lama lho..”

Saat sedang buang air kecil, aku perhatikan barang-barang yang ada di dalam kamar mandi itu. Tanpa sengaja aku melihat sebuah benda panjang berwarna pink di belakang botol shampoo. Ketika kuperhatikan lagi, ternyata itu sebuah dildo.

Tiba-tiba Alika masuk ke kamar mandi, kebetulan pintunya memang tidak aku kunci. Sudah kaget karena melihat dildo di kamar mandi itu kali ini ditambah lagi dikagetkan oleh pelukan Alika dari belakang tubuhku.

Tangan kananku yang sedang memegang dildo itu dipegang olehnya sambil tangan kanannya meraih kemaluanku.

“Itu mainan aku, Yan pas lagi kepengen.” Bisiknya di belakang telingaku.

Aku diam sejenak, jantungku berdebar-debar.

“Itu masih kalah enak sama yang asli, Yan.” desahnya manja.

Tanpa permisi ia langsung menjilat bagian belakang telingaku, menimbulkan rasa geli yang teramat sangat. Sambil terus menciumi aku dari belakang ia mulai membuka celanaku.

“Jangan, Tan..”

“Kenapa, Vin? Ga suka ya?” Tanyanya sambil menjilat leher dan telingaku.

“Alvin masih perjaka, Tan..”

“Tidak apa-apa, Vin. Nanti tante ajarin. Mau kan..? Ikut Tante ke kamar aja biar lebih tenang..”

Aku dituntun olehnya keluar kamar mandi begitu masuk kamar dan sudah berada di dekat ranjangnya. Ia menoleh ke arahku dan menciumku. Mulutnya mengkulum bibirku dengan liar dan lidahnya juga bermain-main di dalam mulutku.

Tangannya masih berusaha membuka celanaku. Aku pasrah saja sambil mendekap badannya. Setelah celanaku berhasil dilepas, ciuman Alika beralih ke leher dan terus turun ke dada, perut hingga akhirnya kepala Alika berada tepat di depan kemaluanku.



“Enak, Tan rasanya.” kataku sambil mendesah.

“Berdiri terus ya, Vin..” perintahnya sambil tersenyum nakal kepadaku.

Aku pun menuruti permintaannya.

“Penis kamu enak banget, Vin..”

Dia langsung melahap kemaluanku dan mengocok-ngocok menggunakan mulutnya.

“Aaah..” desahku yang sedang keenakan.”

Gerakannya tak hanya maju mundur, terkadang penisku di arahkan ke kiri kanan saat berada dalam mulutnya.

“Aaaahhh, pelan-pelan mbak..” pintaku saat hisapannya semakin cepat.

Dia tidak memperdulikan ucapanku dan meneruskan kegiatannya. Hisap, lepas, hisap, lepas, terus menerus hingga ia akhirnya merasa pegal.

“Penis kamu enak banget Vin.” katanya sambil mengelap bibirnya yang penuh lendir.

Sorot matanya penuh nafsu, menunjukkan bahwa dirinya saat itu sedang bernafsu.

“Udah lama banget Alika ga ketemu beginian, Vin..”

Ia kembali menjilati penisku diiringi dengan permainan lidahnya ya dahsyat, sambil berusaha membuka kaosku, jilatannya menjalar hingga ke perutku. Aku pun tidak mau diam saja, aku juga membuka bajunya. Menyembul lah kedua payudaranya, kebetulan saat itu ia tidak mengenakan bra.

“Diliatin aja, Vin..?” desahnya sambil mengarahkan kepalaku ke payudaranya.

Kali ini tanpa menunggu perintah selanjutnya, segera kusambar payudara itu dengan mulutku sambil tanganku meremas-remas payudara yang satunya lagi.

Alika keenakan sampai duduk di ranjang, kemudian ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa kulepas sama sekali mulut dan tanganku dari payudaranya.

“Aaah.. terus Vin.. sedot teruss, putingnya juga Vin.. Oooohh.. Aaaahh..”

Hisapanku sesekali kuselingi dengan gigitan halus pada putingnya.

“Aaaaahh.. Terus Vin.. Enak. Aaaahhh..” Desahnya sambil badannya menggelinjangkan

Melihat Alika yang semakin terbuai hawa nafsu, tanganku mulai mengarah ke kemaluannya yang saat itu masih dibalut dengan celana dalam. Rupanya vagina Alika sudah basah, tak lama kumainkan dari luar celana dalamnya.

Tanganku mulai kumasukkan ke dalam celana dalamnya, akhirnya kini aku memainkan vaginanya langsung tanpa terganggu apapun. Cairan kewanitaannya terasa betul telah membasahi keseluruhan vaginanya.

Pinggul Alika naik turun saat jariku bermain di vaginanya. Adegan ini pun semakin memanas saat jariku menyentuh klitorisnya, tubuhnya bergoyang hebat. Tangannya memegang tanganku memberi arahan agar terus bermain di area itu.

”Terus Vin. Di situ enaaak.. Aaaaahhh..” Desahnya.

Ciumanku kupindahkan ke daerah lehernya yang sedari tadi terpampang jelas karena Alika terus mendongak akibat permainan jariku. 

“Vin, Tante uda ga tahan.. Aaah..”


Baca Juga : Gairah Nafsu Tante Lisa 

Ia membalik posisi kami, kini giliran diriku yang rebahan di atas ranjang. Setelah aku dalam posisi terlentang, ia mengangkangi tubuhku dan mengarahkan kemaluannya ke wajahku, dan mulai membuka celana dalamnya.

Begitu terbuka, tercium jelas aroma daerah kemaluannya itu yang membuatku semakin terangsang. Nampak vaginanya berlendir saat itu.

“Bau nya enak sekali Tante..”

“Kalau suka jangan cuma dilihat donk, jilatin nih..” ia berkata sambil menurunkan pinggul dan mengarahkan vaginanya ke mulutku.

Tentu saja aku langsung melaksanakan tugas yang diberikan kali ini dengan sigap. Kujilati bibir vaginanya sambil sesekali lidahku menyelinap masuk dari sela-sela bibir vaginanya itu, hingga akhirnya saat kujilat klitorisnya.

“Terus jilat Yan, itu disitu.. aaaaahhh..aaahh.. jilatin Yan… ooohh..” desahnya sambil memegang kepalaku dan menggoyangkan pinggulnya maju mundur sambil terkadang melakukan gerakan berputar-putar.

Tak lama kemudian Alika merubah posisi kami, ia berbalik untuk rebahan aku pun mengikuti gerakannya sambil terus menjilati kemaluannya, kini posisiku telungkup di depan vaginanya.

Tanganku memeluk ke dua pahanya yang mengangkang dan terus kujilati vaginanya dengan ganas, naik turun kiri kanan terus kusapu kemaluannya dengan lidahku. Alika terus menggelinjang dan menyentak-nyentakkan badannya setiap kali klitorisnya kujilati.

Kupeluk erat ke dua pahanya itu agar mulutku tak terlepas dari vaginanya, setelah beberapa saat kuhisap dan kujilat klitorisnya Alika mengerang dan mendesah hebat, pahanya dirapatkan hingga kepalaku terjepit oleh ke dua pahanya.

“Aaaahh.. Ooooohh.. Aaaaahh.. Tante mau keluaaaar.. Aaaaahh….” desahnya.

Akhirnya Alika mengalami orgasme, terasa cairan hangat keluar dari vaginanya membasahi mulutku. Sementara tubuhnya menyentak dan menggeliat hebat. Untuk sesaat kubiarkan dirinya menikmati klimaksnya.

Setelah selesai menikmati orgasme, Alika bangun dan mengubah posisiku menjadi posisi duduk. Tanpa diberi aba-aba, ia langsung duduk menghadapku di atas pahaku. Ia mengangkat kepalaku yang berada tepat di depan payudaranya, sambil memegang pipiku ia mulai menciumi bibirku yang masih basah dengan cairan kewanitaan.

Kami berciuman dengan liar, Alika pun menggerakkan pinggulnya maju mundur sehingga vaginanya bergesekan dengan penisku. Sedang asyik-asyiknya berciuman, tangan Shella meraih penisku dan mengarahkannya ke vagina Alika. Perlahan tapi pasti penisku mulai melesak masuk ke dalam vaginanya.

Setelah dirasa sudah masuk, Alika mulai bergerak naik turun penisku keluar masuk dari vaginanya. Benar-benar kenikmatan yang tak dapat kugambarkan dengan kata-kata untuk dijelaskan lagi. Sementara itu di depan mataku tampak payudara montoknya bergerak naik turun mengikuti irama goyangannya.

“Ooohh.. ooohhh.. Penis kamu enak sekali Vin.. aaaahhhh….”

Aku tidak memberi respon apapun terhadap racauannya itu, karena aku sedang sibuk menikmati payudaranya. Kujilati putingnya dengan penuh nafsu.

“Terus Vin, jangan berhenti.. Aaaaaahhh.. Aaaahhh… Nikmatnya Vin.. Ooohhh…”

Terkadang aku menyentakkan pinggulku ke atas mengimbangi gerakan tubuhnya yang naik turun. Alika benar-benar menikmati setiap hentakan yang kulakukan. Alika semakin liar, tubuhku tiba-tiba di dorong olehnya hingga rebahan. Aku pasrah tak berdaya seperti orang yang tengah diperkosa.

Begitu aku rebahan, Alika melanjutkan goyangannya, namun kali ini makin ganas. Maju mundur, naik turun dan terus menerus tanpa henti. Tanganku diraih dan diletakkan di payudaranya, kuremas-remas payudaranya. Terkadang Alika terlihat mendongakkan kepala ke atas sambil bergoyang maju mundur.

“Aaaahhhh…. AHhhhhh.. ooooohh.. Aaaahhhh..” desahnya makin tidak karuan.

15 menit lamanya aku digempur seperti itu, aku merasa akan mencapai klimaks. Vagina Alika juga terasa berkedut-kedut memijat penisku, hal tersebut menandakan dirinya sudah dekat dengan klimaks. Vaginanya terasa semakin basah, terdengar dari suara kecipak yang dihasilkan dalam setiap goyangan Alika.

“Aaahhh.. Tantee.. Alvin mau keluuaaarrr… Aaahhh”

“Tante juga, Vin… Aaaaahhh.. barengan yaaaa… ooohhhh…”

Tangannya memeluk erat tubuhku.

“Aaaaaahhhhh… Aaaaaaaaaahhhhh..” Desahnya panjang.

“Tanteee keluaaar Vin…. Ooooohhh….”


Dia mengerang sambil menghentak dengan liar. Penisku benar-benar terasa diperah oleh vaginanya yang menegang. Tak lama berselang, penisku terasa dialiri oleh cairan vaginanya yang keluar.

“Tan,,Alvin juga mau keluaaaar… Aaaahhhh..”

“Keluarin di dalam aja Vin…”

Crooottt.. crooot.. crooot..


Akhirnya spermaku menyembur di dalam vaginanya. Kini cairan kewanitaannya bercampur dengan spermaku, sungguh menghasilkan kehangatan untuk penisku dan vaginanya.

Untuk beberapa saat kami berdua tak mengeluarkan sepatah kata pun dan hanya terdengar suara nafas kami yang tak karuan iramanya. Kami sama-sama menikmati orgasme. Alika lemas hingga akhirnya rebahan disamping diriku, nampak spermaku mengalir keluar ke pahanya, namun hal itu tidak lagi dihiraukan oleh Alika.

Melihat dirinya yang lemas, aku mengambilkan bantal dan meletakkan di bawah kepalanya. Setelah itu kucium keningnya dan bibirnya kuberi kecupan mesra. Ia hanya tersenyum melihat perlakuanku kepadanya. Akhinya kami berdua tertidur, karena lelah dengan pertempuran kami barusan.


 →→→  www.VIPTIKI99.org  ←←←

1. Bonus Rollingan 0.3%
2. Bonus Referral 15%
3. Min Depo & WD Sangat Terjangkau Rp. 15,000
8 Games Dalam 1 User ID :
Bandar Poker | Poker | Adu-Q | Bandar-Q | Domino99 | Capsa Susun | Sakong | Bandar66

agen bandarq, bandarq, domino99, dominoqq, domino qiu qiu, agen domino99agen dominoqqagen domino qiu qiu, qiu qiu online


Disupport Oleh :
1. LiveChat 24 Jam Online
2.Customer Service Yang Ramah
3. Support 5 Bank Ternama dan Terbesar Di Indonesia
4. Proses Depo & WD Cepat
5. Setiap Hari Tersedia Ribuan Meja & Member / Player Yang Bermain
6. 100% NO ROBOT / ADMIN
Untuk Info Bonus Lebih Lengkap Silahkan Hubungi Customer Service Kami Di :

 Contact Person kami:

- PIN BB: TIKIQQ
- TELP: 855963518815
→→→  www.VIPTIKI99.org  ←←←



Tidak ada komentar